Sejak kecil, Siddharta si calon Buddha, telah mengalami masalah yang sama seperti anak-anak zaman sekarang. Mereka membayangkan tentang kelahiran dan kematian. Mereka membayangkan bagaimana mereka bisa mengalami sakit dan mengapa kakek mereka meninggal. Mereka membayangkan mengapa keinginan mereka tidak terwujud. Anak-anak juga membayangkan tentang kebahagiaan dan keindahan alam.

Karena Sang Buddha mengetahui apa isi hati anak-anak dan para manusia, Beliau mengajarkan kepada semuanya bagaimana menjalani sebuah kehidupan yang bahagia dan damai. Buddhisme bukan mempelajari tentang keyakinan-keyakinan aneh dari tempat yang jauh. Namun tentang melihat dan memikirkan tentang kehidupan kita sendiri. ini menunjukkan kepada kita bagaimana caranya mengerti diri kita sendiri dan bagaimana caranya mengatasi masalah-masalah sehari-hari kita.

As a child, Siddhartha the Buddha, was troubled by some of the same thoughts that children today have. They wonder about birth and death. They wonder why they get sick and why grandfather died. They wonder why their wishes do not come true. Children also wonder about happiness and the beauty in nature.

Because the Buddha knew what was in the hearts of children and human kind, he taught everyone how to live a happy and peaceful life. Buddhism is not learning about strange beliefs from faraway lands. It is about looking at and thinking about our own lives. It shows us how to understand ourselves and how to cope with our daily problems.