1. Theravada
Theravada (Pāli: थेरवाद theravāda; Sansekerta: स्थविरवाद sthaviravāda); secara harafiah berarti, “Ajaran Sesepuh” atau “Pengajaran Dahulu”, merupakan mazhab tertua Agama Buddha yang masih bertahan. Ditemukan di India. Theravada merupakan ajaran yang konservatif, dan secara menyeluruh merupakan ajaran terdekat dengan Agama Buddha pada awalnya, dan selama berabad-abad menjadi kepercayaan yang berkuasa di Sri Lanka (sekitar 70% dari penduduk) dan sebagian besar benua di Asia Tenggara (Kambodia), (Laos), (Myanmar), (Thailand). Mazhab Theravada juga dijalankan oleh sebagian minoritas dari Barat Daya Cina oleh etnik Shan dan Tai), Vietnam (oleh Khmer Krom), Bangladesh (oleh etnik group dari Barua, Chakma, dan Magh), Malaysia dan Indonesia, dan yang belakangan ini mendapatkan lebih banyak popularitas di Singapura dan Negara Barat. Sekarang ini, mazhab Theravada dari Agama Buddha mencapai lebih dari 100 juta pengikut di seluruh dunia, dan dalam dekade terakhir ini mazhab Theravada telah menanamkan akarnya di Negara Barat dan di India.

2. Mahayana
Mahayana (berasal dari bahasa Sansekerta: महायान, mahāyāna yang secara harafiah berarti ‘Kendaraan Besar’) adalah satu dari dua aliran utama Agama Buddha dan merupakan istilah pembagian filosofi dan ajaran Sang Buddha. Mahayana, yang dilahirkan di India, digunakan atas tiga pengertian utama:
Sebagai tradisi yang masih berada, Mahayana merupakan kumpulan terbesar dari dua tradisi Agama Buddha yang ada hari ini, yang lainnya adalah Theravada. Pembagian ini seringkali diperdebatkan oleh berbagai kelompok.
Menurut cara pembagian klasifikasi filosofi Agama Buddha berdasarkan aliran Mahayana, Mahayana merujuk kepada tingkat motifasi spiritual (yang dikenal juga dengan sebutan Bodhisattvayana) Berdasarkan pembagian ini, pendekatan pilihan yang lain disebut Hinayana, atau Shravakayana. Hal ini juga dikenal dalam Ajaran Theravada, tetapi tidak dianggap sebagai pendekatan yang sesuai.
Menurut susunan Ajaran Vajrayana mengenai pembagian jalur pengajaran, Mahayana merujuk kepada satu dari tiga jalan menuju pencerahan, dua lainnya adalah Hinayana dan Vajrayana. Pembagian pengajaran dalam Agama Buddha Vajrayana, dan tidak dikenal dalam ajaran Agama Buddha Mahayana dan Theravada.
Walaupun asal-usul keberadaan Mahayana mengacu pada Buddha Gautama, para sejarawan berkesimpulan bahwa Mahayana berasal dari India pada abad ke 1, atau abad ke 1 SM. Menurut sejarawan, Mahayana menjadi gerakan utama dalam Agama Buddha di India pada abad ke 5, mulai masa tersebut naskah-naskah Mahayana mulai muncul pada catatan prasasti di India. Sebelum abad ke 11 (ketika Mahayana masih berada di India), Sutra-sutra Mahayana masih berada dalam proses perbaikan. Oleh karena itu, beragam sutra dari sutra yang sama mungkin muncul. Terjemahan-terjemahan ini tidak dianggap oleh para sejarawan dalam membentuk sejarah Mahayana.
Dalam perjalanan sejarahnya, Mahayana menyebar keseluruh Asia Timur. Negara-negara yang menganut ajaran Mahayana sekarang ini adalah Cina, Jepang, Korea dan Vietnam dan penganut Agama Buddha Tibet (etnis Himalaya yang diakibatkan oleh invasi Cina ke Tibet). Aliran Agama Buddha Mahayana sekarang ini adalah “Pure Land”, Zen, Nichiren, Singon, Tibetan dan Tendai. Ketiga terakhir memiliki aliran pengajaran baik Mahayana maupun Vajrayana.

3. Vajrayana
Vajrayana adalah suatu ajaran Buddha yang di Indonesia lebih sering dikenal dengan nama Tantra atau Tantrayana. Namun banyak juga istilah lain yang digunakan, seperti misalnya: mantrayana, ajaran mantra rahasia, ajaran Buddha eksoterik. Vajrayana adalah merupakan ajaran yang berkembang dari ajaran Buddha Mahayana, dan berbeda dalam hal praktek, bukan dalam hal filosofi.

1. Theravada
Theravada (Pāli: थेरवाद theravāda (cf Sanskrit: स्थविरवाद sthaviravāda); literally, “the Teaching of the Elders” or “the Ancient Teaching”, is the oldest surviving Buddhist school. It was founded in India. It is relatively conservative, and generally closest to early Buddhism, and for many centuries has been the predominant religion of Sri Lanka (about 70% of the population) and most of continental Southeast Asia (Cambodia, Laos, Burma, Thailand). Theravada is also practiced by minorities in parts of southwest China (by the Shan and Tai ethnic groups), Vietnam (by the Khmer Krom), Bangladesh (by the ethnic groups of Baruas, Chakma, and Magh), Malaysia and Indonesia, while recently gaining popularity in Singapore and the Western World. Today Theravada Buddhists number over 100 million worldwide, and in recent decades Theravada has begun to take root in the West and in the Buddhist revival in India.

2. Mahayana
Mahayana (Sanskrit: महायान, mahāyāna literally ‘Great Vehicle’) is one of the two main existing branches of Buddhism and a term for classification of Buddhist philosophies and practice. It was founded in India. The name Mahayana is used in three main senses:
As a living tradition, Mahayana is the larger of the two major traditions of Buddhism existing today, the other being Theravada. This classification is largely undisputed by all Buddhist schools.
According to the Mahayana method of classification of Buddhist philosophies, Mahayana refers to a level of spiritual motivation (also known as Bodhisattvayana). According to this classification, the alternative approach is called Hinayana, or Shravakayana. It is also recognized by Theravada Buddhism, but is not considered very relevant for practice.
According to the Vajrayana scheme of classification of practice paths, Mahayana refers to one of the three routes to enlightenment, the other two being Hinayana and Vajrayana. This classification is the teachings of Vajrayana Buddhism, and is not recognized by Mahayana and Theravada Buddhism.
Although the Mahayana movement traces its origin to Gautama Buddha, scholars believe that it originated in India in the 1st century CE, or the 1st century BCE. Scholars think that Mahayana only became a mainstream movement in India in the fifth century CE, since that is when Mahayanic inscriptions started to appear in epigraphic records in India. Before the 11th century CE (while Mahayana was still present in India), the Mahayana Sutras were still in the process of being revised. Thus, several different versions may have survived of the same sutra. These different versions are invaluable to scholars attempting to reconstruct the history of Mahayana.
In the course of its history, Mahayana spread throughout East Asia. The main countries in which it is practiced today are China, Japan, Korea, and Vietnam and worldwide amongst Tibetan Buddhist practitioners as a result of the Himalayan diaspora following the Chinese invasion of Tibet. The main schools of Mahayana Buddhism today are Pure Land, Zen (Chan), Nichiren Buddhism, Shingon, Tibetan Buddhism and Tendai. The latter three schools have both Mahayana and Vajrayana practice traditions.

3. Vajrayana
Vajrayāna Buddhism (Devanagari: वज्रयान) is also known as Tantric Buddhism, Tantrayāna, Mantrayāna, Secret Mantra, Esoteric Buddhism and the Diamond Vehicle. The period of Vajrayana Buddhism has been classified as the fifth or final period of Indian Buddhism. Vajrayana is a complex and multifaceted system which evolved over several centuries and reveals much inconsistency and a variety of opinions. Vajrayana probably came into existence in the 6th or 7th century CE, while the term Vajrayana first came into evidence in the 8th century CE. Its scriptures are called the Tantras. The distinctive feature of Vajrayana Buddhism is ritual, which is used as a substitute or alternative for the earlier abstract meditations.
Vajrayana scriptures say that Vajrayana refers to one of three routes to enlightenment, the other two being Hinayana and Mahayana.