Dunia yang Tidak Memuaskan

“Sang Buddha tidak murka kepada dunia ini. Beliau memandang dunia ini sebagai sesuatu yang tidak memuaskan dan bersifat sementara, bukannya dianggap sebagai sesuatu yang kejam atau buruk; adalah suatu ketidaktahuan / kebodohan, bukannya sebagai suatu pemberontakan. Beliau tidak sedikit pun terusik terhadap orang orang yang tidak mau mendengarkan kepadaNya, serta tidak menunjukkan kegelisahan dan sifat yang lekas marah.”
Prof. Eliot, Buddhism and Hinduism

Pertempuran Akbar

“Keseluruhan alam semesta merupakan sebuah medan pertempuran yang maha luas. Di mana mana terjadi pertempuran. Suatu kehidupan (eksistensi) tidak lain adalah suatu perjuangan yang sia sia melawan kuman kuman penyakit yang mengerikan, molekul molekul melawan molekul molekul, atom atom melawan atom atom, elektron elektron melawan elektron elektron. Terlebih-lebih lagi, batin merupakan suatu kancah pertempuran yang lebih dramatis. Bentuk bentuk, bunyi bunyi, cita rasa, dll merupakan perpaduan kekuatan kekuatan yang saling berinteraksi dan saling bertempur. Keberadaan yang nyata dari perang membuktikan bahwa terdapat suatu keadaan kedamaian sempurna. Inilah yang kita namakan Nibbana.”
Venerable Narada Thera, The Bodhisatta Ideal

Snowflake Buddha

"Yo Dhammam Desesi Adikalyanam Majjheyakalyanam Pariyosanakalyanam ti"

7 Keunggulan Ajaran Buddha

Buddha diagungkan bukan karena kekayaan, keindahan, atau lainnya. Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahanNya. Inilah alasan mengapa kita, seorang Buddhis, menganggap ajaran Buddha sebagai jalan hidup tertinggi.

Apa sajakah keunggulan-keunggulan yang menumbuhkan kekaguman kita terhadap ajaran Buddha? Read the rest of this entry »

Bhikkhu Jinadhammo Mahathera

Bhikkhu Jinadhammo Mahathera

Riwayat hidup Bhikkhu Jinadhammo Mahathera
Tanggal : 18 Oktober 2002
Pengarang : DHARMA PRABHA©2000

PERJALANAN SOSOK PENGABDI BUDDHA DHAMMA DI BUMI ANDALAS
Riwayat Y.M. Jinadhammo Maha Thera
Kelahiran dan Masa Remaja
Terlahir di desa Gempok Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah pada tanggal 3 September 1944 dari pasangan Bapak Adma M. dan Ibu Sadiem. Suatu proses kelahiran yang biasa saja, tidak ada yang istimewa. Dan yang pasti kedua orang tua tersebut tidak pernah menyangka kalau putera ke-3 dari 6 bersaudara ini bakal menjadi seorang anggota Sangha yang cukup dihormati di Indonesia khususnya di Rayon I Sumatera Utara. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.